Oleh: Pi | Oktober 11, 2008

In Memoriam

Hari itu tak sengaja aku berpapasan denganmu dan kau menyapaku dengan sederhana. Sapaan yang masih berlanjut di hari-hari berikutnya setiap kita berpapasan. Sapaan yang tiba-tiba membuatku merasa diterima dilingkungan baru ini dan mengikis kekhawatiranku yang kadang berlebihan. Sapaan yang juga mengundang tanda tanya. Aneh memang. Kenapa perbuatan baik harus dipertanyakan?

Sapaan itu juga mungkin yang menjadi awal mula pertemanan kita. Tahun itu memang tahun yang “ajaib” dan cukup berat buatku. Berbagai peristiwa kita alami bersama. Tidak hanya yang menyenangkan bahkan yang konyol dan menyebalkan.

Lanjut

Oleh: Pi | September 27, 2008

Me and A Novel Called LP

Hari itu saya kembali melewati mushola farmasi untuk menuju ke jurusan. Entah kenapa hati ini ingin membaca perang selebaran yang memang umum terjadi di setiap papan mading kampus ini. Berhentilah saya sejenak di depan papan mading mushola farmasi. Kulihat ada beberapa selebaran tentang bedah buku dengan judul yang cukup catchy. Tapi yang membuat saya tertarik adalah sepenggal narasi di bagian bawah selebaran itu yang sudah nyaris tertutup oleh selebaran lain yang dengan arogan berusaha selalu berada di atas.

…..(cut)….Tengoklah Lintang, seorang kuli kopra cilik yang genius dan dengan senang hati bersepeda 80 kilometer pulang pergi untuk memuaskan dahaganya akan ilmu – bahkan terkadang hanya untuk menyanyikan lagu Padamu Negeri di akhir jam sekolah….(cut)….(*

Lanjut

Oleh: Pi | Juli 19, 2008

Tadaima Indonesia

Hmmm tinggal menghitung jam dan saya akan mengucapkan selamat tinggal pada kota Groningen ini. Senang-sedih-waswas jadi satu. Sedih meninggalkan lab itu-ruang kantor itu-kampus itu-kota ini. Senang karena sebentar lagi bisa ketemu keluarga. Khawatir, takut ada yang tertinggal, tapi lebih khawatir lagi ketidakpastian yang akan dihadapi di depan.

Sebenernya masih belum puas di sini. Masih banyak hal-hal yang ingin saya lakukan atau rasakan. Memang hal-hal sepele, tapi tetep sayang juga tidak saya lakukan karena berbagai alasan pembenaran. Mengutip kata-kata dari Proposal Daisakusen: Ashita yarou, baka yarou. Yaaa memang baka sih, tapi mau gimana lagi.

List hal-hal yang ingin saya lakukan (tidak berdasar prioritas):

1. Melihat Monalisa Smile. Ok kata-kata ini sudah mewakili segalanya tanpa perlu saya jelaskan panjang lebar.

2. Ke Danau Hoornsmeer. Penasaran katanya bagus. Dulu pernah mau ke sana tapi nyasar hehehe.

3. Foto pakai baju tradisional Belanda di Volendam. Tampaknya semua yang ke Belanda pasti pernah ke sini, kecuali rombongan kami *sigh*

4. Ke Keukenhof dan Madurodam. Sebenernya ngga terlalu pengen seperti keinginan no 1 sih. Yah hidup memang harus memilih. Mau ke Keukenhof atau Jerman hehehe.

5. Pengen boot. Udah jangan shock gitu deh. Sayangnya yang modelnya elegan, ga pake hak, ga terlalu panjang sampai lutut, dan harganya murah, langka banget ditemuinnya. Sempet nemu yang kaya gitu, tapi ukurannya tampak kekecilan (padahal diskon 70%+50% jadi cuma € 10 kurang. Mantep banget). Ya sudah jatuhlah ke tangan Mbak yang satu ini :D

Segitu dulu mungkin ya. Memang aneh, tapi namanya juga keinginan.

Buat orang di rumah yang udah kangen. Mari kita nikmati lagu ini dulu. Theme song malam ini. My last night in Groningen

Au revoir Paris. Tot ziens Groningen. Tadaima Indonesia.

Doakan perjalanan pulang ini akan lancar dan baik-baik saja. Semoga selamat sehat walafiat ketika sampai di pangkuan Ibu Pertiwi :D

Aku pulang Maaaak!

Oleh: Pi | Juli 1, 2008

We Are Moving >_<

Berhubung housing akan dihancurkan maka kami pindah ke daerah Paddepoel (Planetenlaan). Semoga bisa bertahan hidup selama 19 hari ke depan. Huaaaa udah kayak pindang aja ini. Pabalatak. Untung yang empunya rumah baik hati, dipasangin wireless dongdorongdong.

Udah ah. Hayuk semangat ngaripot.

Doakan presentasi akhir tanggal 9. Semoga kerjaan udah beres. Seandainya belum, semoga masih boleh kerja. Ayo mas superpisor kapan nih mau mengelipsometry sampleku >_<

Oleh: Pi | Juni 28, 2008

Petualangan ± 50 Km dengan Sepeda

Benar-benar masa muda yang menyenangkan.

You may think that I’m crazy but I’m not the only one (dibaca dengan lagu Imagine).

Makasih banyak buat keluarga Pak H*ri dan Mbak N*ncy + keluarga Mbak K*rtik* di Appingedam. Really nice to know you all. Thanks for ‘teaching’ me another lesson in my life.

Capek ah. Enaknya mandi pakai air panas. Minum jus dingin. Trus tidur deh.

Tulisan Sebelumnya »

Kategori